Browsing "Older Posts"

Makanan Khas Malang oleh - kopihitamkapalapi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website kopihitamkapalapi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Makanan Khas Malang oleh - kopihitamkapalapi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Malang adalah kota terbesar kedua di Jawa Timur yang terletak 90 km di sebelah selatan Surabaya.

Dari segi geografis dan perkembangan kotanya, Malang mempunyai kemiripan dengan Bandung.

Selain itu, hawa sejuk kota Malang juga selalu mengundang keinginan setiap orang dari berbagai pelosok untuk memanjakan diri kala liburan tiba.

Berbicara tentang keindahan kota Malang, jangan sampai kita melupakan kenikmatan kuliner khasnya juga.

Lihat juga makanan khas semarang

Kota Malang mempunyai banyak sajian kuliner yang bisa menambah keseruan para pengunjung yang datang untuk mengisi momen liburannya.

Bahkan, setiap pengunjung bisa melakukan wisata kuliner menggunakan angkutan pariwisata bernama Bus Macyto atau Malang City Tour ke beberapa spot yang menjajakan kuliner khas Malang.

Setidaknya, ada belasan makanan khas Malang yang wajib dicicipi oleh para wisatawan.

Disini MakananOlehOleh.com telah membuat daftarnya berikut ini.

Makanan Khas Malang yang Enak

Bakso Malang

Makanan Khas Malang

Bakso menjadi salah satu ikon kuliner kota Malang yang telah menggurita penjualnya hingga ke berbagai kota-kota di Indonesia.

Bakso khas Malang bagaikan primadona di bumi pertiwi. Mulai dari pedagang kaki lima, kios, kedai, warung, depot, bahkan restoran di kota-kota besar di Indonesia ada yang menjadikan bakso malang sebagai menu utamanya.

Dalam satu mangkuk bakso malang, terdapat beragam isian. Selain bakso, ada juga tahu putih atau kulit, pangsit isi, tauge, mie, bihun, dan siomay.

Penggunaan bumbu yang tepat bisa menciptakan kelezatan pada kuah bakso sehingga mampu membangkitkan selera.

Agar lebih mantap, biasanya orang menyantap bakso malang bersama sambal cabai yang bisa menyengat lidah.

Orem-orem

Kota Malang dikenal akan produksi tempenya yang masif. Oleh karena itu, adalah wajib mencoba makanan khas Malang yang terbuat dari bahan dasar tempe khas Malang.

Orem-orem adalah salah satu contoh kuliner asli Malang yang menggunakan bahan dasar sajian berupa tempe. Dahulu, orem-orem hanya disajikan pada waktu-waktu tertentu, biasanya ketika pernikahan dan syukuran.

Masuk ke pertengahan tahun 1980, orem-orem mulai dijual di warung-warung makan tradisional.

Orem-orem merupakan hidangan berkuah yang menyajikan irisan tempe goreng yang sudah dibumbui bersama ayam.

Penyajian orem-orem dilakukan di dalam mangkuk yang berisikan irisan tempe, ayam, dan kuah kental yang gurih dari santan.

Rasa dari kuah orem-orem mirip seperti sayur lodeh, tapi lebih pedas dan bisa ditambah dengan kecap manis serta sambal.

Agar makanan ini lebih mengenyangkan perut, maka warga Malang kerap menyantapnya bersama ketupat dan tauge.

Bakso Bakar

Saat ini orang yang meskipun tidak mempunyai latar belakang yang kuat di bidang kuliner bisa melakukan kreasi pada beragam bahan pangan untuk dijadikan makanan yang unik dan khas.

Seperti di Malang, ada bakso bakar yang kian hari dianggap sebagai makanan khas Malang yang terkenal.

Pertama kali bakso bakar diperkenalkan oleh Soeparman, biasa dipanggil pak Man, lewat warung Bakso Bakar Pak Man miliknya yang berlokasi di Jl. Diponegoro No. 19 A, Malang.

Kehadiran warung bakso milik pak Man menambah ensiklopedia kuliner kota Malang. Bakso bakar yang disajikan oleh pak Man mempunyai ragam cita rasa, dari bakso rebus hingga bakar ada, tapi yang paling digemari adalah bakso bakarnya.

Alasannya, bakso yang dibakar mengeluarkan aroma yang lebih sedap. Selain itu, pak Man juga memberikan level kepedasan pada bakso bakarnya, mulai dari yang tidak pedas, sedang, hingga sangat pedas.

Cwie Mie

Cwie mie adalah kuliner peranakan Tionghoa yang tersebar luas di sekitaran kota Malang. Saat ini, nama cwie mie mulai berganti sebutan menjadi pangsit mie.

Alasan pengubahan naam cwie mie menjadi pangsit mie dikarenakan pangsit yang selalu hadir mendampingi mie.

Di Malang cukup banyak depot pangsit mie yang berdiri, seperti Depot Sawahan, Depot Lima Satu, Depot Gang Jangkring, Pangsit Mie Bromo Pojok, Depot Gajah Mada, dan Pangsit Mie Dempo.

Sebagian besar depot menyajikan mie yang dibuat sendiri dengan metode tradisional hingga modern. Ukuran mie untuk cwie malang cenderung kecil. Cwie mie disajikan bersama ayam yang sudah dicacar, kuah, dan taburan daun bawang.

Tampilan makanan khas Malang ini sangat sederhana, tapi rasanya bisa bikin ketagihan. Biasanya cwie mie dimakan bersama menu pendamping yang dijual terpisah, seperti siomay, tahu isi, dan bakso udang goreng.

Soto Lombok

Soto lombok adalah makanan asli kota Malang, jadi sudah jelas kalau makanan ini bukanlah kuliner khas Lombok. Selain itu orang juga menganggap kalau lombok yang melekat pada namanya menggambarkan rasa dari makanan ini yang pedas.

Padahal, lombok pada nama makanan ini merujuk pada lokasi warung sotonya yang berada di Jl. Lombok. Warung soto lombok sudah berdiri sejak tahun 1955. Di warung tersebut pembeli bisa menikmati cita rasa khas dari soto lombok.

Lihat juga makanan khas jogja

Soto lombok berbeda dari soto-soto lainnya. Biasanya dalam satu mangkuk soto lombok terdiri dari ragam isian seperti kentang, daging ayam kampung, tauge, telur rebus, dan irisan kol.

Selain itu pada bagian kuahnya yang kental ditambah dengan taburan koya yang meningkatkan kelezatannya. Penyajian soto lombok biasa ditemani dengan beragam jenis kerupuk yang ukurannya besar-besar.

Nasi Buk

Nasi buk bukanlah kuliner asli kota Malang, tetapi dari daerah Madura. Dikarenakan penjualnya banyak ditemui di Malang [penjualnya keturunan Madura], jadi orang beranggapan kalau nasi buk adalah makanan khas kota Malang.

Nasi buk sendiri berasal dari desa Banjeman Bangkalan, Madura. Istilah buk pada makanan ini dialamatkan untuk wanita Madura.

Nasi buk adalah makanan berat yang terkenal akan rasanya yang khas dan mantap, lauknya yang bermacam-macam jenis, sayur lodehnya yang enak, hingga dendengnya yang gurih.

Adapun pelengkap yang bisa dipilih sebagai pendamping antara lain lodeh tewel, lodeh bung, mendol, bakwan jagung, ayam goreng, empal, jantung, limpa, usus, paru, babat, dan rempelo ati. Biasanya penduduk Malang menyantap nasi buk sebagai menu sarapan.

Pecel Pincuk

Penduduk kota Malang yang sudah diterpa lapar biasanya mencari pelarian ke warung-warung makan tradisional yang menjajakan pecel pincuk. Pecel pincuk merupakan hidangan favorit berisikan sayuran yang disajikan di atas pincuk.

Untuk kamu yang tidak tahu apa itu pincuk, pincuk adalah daun pisang yang digunakan sebagai alas pecel yang ditusuk dengan lidi pada salah satu sisinya.

Pecel pincuk berisikan aneka komposisi standar yang nikmat dan mengenyangkan seperti sayuran bayam, kacang panjang, tauge, dan yang tak lupa adalah guyuran sambal kacang.

Selain itu juga ada tambahan lain yang menjadi pembeda antara pecel pincuk khas Malang dengan pecel-pecel di daerah lain seperti irisan mentimun, daun kemangi, dan remahan rempeyek kacang.

Untuk lauknya bisa berupa telur dadar, tempe goreng, tahu goreng, atau gorengan bakwan.

Sop Sumsum

Sop adalah makanan berkuah yang biasa dikreasikan dengan beragam bahan pangan dan bumbu sehingga menghasilkan hidangan yang selalu melekat di lidah setiap orang.

Di Malang ada satu jenis sop yang terkenal, yakni sop sumsum. Salah satu penjual sop sumsum yang terkenal enak di Malang bisa dirasakan di Sop Sumsum Pak Kayin yang berada di Jl. Cengger Ayam 1 No. 10.

Sop yang disajikan bukan cuma berisikan sayuran segar dan kuah kaldu yang nikmat, tetapi juga tulang sapi dengan sumsum yang siap diseruput.

Sop sumsum milik pak Kayin menjadi pelopor pertama di Malang sehingga tak heran jika warungnya selalu ramai pembeli yang ingin mencicip kelezatan dari sopnya.

Rasa sop yang tidak mengecewakan lidah sudah bisa diperoleh dengan beragam harga, tergantung varian sop sumsum yang dipilih. Ada sop sumsum seharga 20 ribuan, sop sumsum istimewa seharga 25 ribuan, dan sop sumsum tulang kecil seharga 15 ribuan.

Sate Kelinci

Apakah kamu pernah mengunyah bagaimana cita rasa dari daging kelinci? Jika belum, saat bertandang ke Malang, jangan sampai melewatkan salah satu makanan khas Malang berupa sate kelinci.

Sate kelinci menjadi sajian kuliner yang selalu menjadi incaran para wisatawan yang datang ke Malang, terutama ke kota Batu.

Di sepanjang jalan yang menghubungkan Malang â€" Batu, ada banyak restoran atau rumah-rumah makan yang menjajakan menu sate kelinci.

Dilihat dari tampilannya, tak ada yang berbeda antara sate kelinci dengan sate daging hewan lainnya. Selain itu juga dari bumbu, sate kelinci hanya menggunakan bumbu kacang di mana banyak jenis sate yang juga menggunakan bumbu kacang.

Tapi yang menjadikannya lebih istimewa adalah penggunaan daging hewan yang tak biasa, yakni daging kelinci. Sate kelinci biasanya disajikan bersama lontong atau nasi hangat.

Bakso Bakwan

Malang memang terkenal akan baksonya yang melegenda. Dari sekian banyak jenis bakso, ada bakso bakwan yang menjadi alternatif untuk mereka yang sudah bosan makan bakso bakwan atau cwie mie.

Bakso bakwan adalah makanan khas Malang yang menghidangkan bakso dengan isian lebih komplit dibanding bakso khas Malang lainnya.

Dalam semangkuk bakso bakwan terdapat beragam isian seperti bakso urat, bakso goreng, bakso halus, bakwan rebus, tahu rebus, dan pangsit.

Yang beda dari bakso bakwan dengan bakso-bakso lain mungkin ketidakhadiran mie kuning atau bihun putih.

Untuk kuahnya bakso bakwan menggunakan kuah kaldu sapi asli sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih gurih, segar, dan menggugah selera.

Tempe Mendol

Mendol adalah salah satu varian tempe yang terkenal di Malang. Tempe mendol atau tempe penyet adalah makanan tradisional khas Malang berbahan dasar tempe yang diolah dengan ragam jenis bumbu sehingga menghasilkan panganan dengan cita rasa yang gurih.

Biasanya tempe mendol diolah untuk menjadi lauk pecel dan rawon, tapi ada juga orang yang suka menyantap tempe mendol tanpa disertai menu lain.

Satu hal yang perlu kamu tahu, tempe mendol ini dibuat dari tempe yang warnanya sudah agak kehitaman alias agak basi.

Meskipun demikian, jangan kamu anggap makanan ini tidak menyehatkan. Namun masalahnya, saat ini penjual tempe mendol sudah berkurang sehingga masyarakat Malang terbiasa membuat sendiri di rumah jika ingin mengobati kerinduannya dengan makanan tradisional satu ini.

Angsle

Suhu kota Malang yang terkadang membuat tulang terasa seperti ditusuk bisa diatasi dengan mencicip hidangan hangat semacam angsle.

Angsle adalah makanan khas Malang yang berupa wedang hangat. Wedang angsle biasanya ramai ditemui saat malam tiba.

Wedang dalam khazanah kuliner Jawa sendiri dialamatkan untuk segala bentuk minuman panas yang terbuat dari air yang direbus bersama jahe, serai, dan gula jawa.

Bagi pecinta minuman hangat, mungkin akan teringat dengan sekoteng setelah meneguk secangkir angsle.

Cita rasa angsle yang dihasilkan dari jahe begitu khas. Selain itu isian dari angsle seperti roti, kacang tanah sangrai, dan kacang hijau rebus juga mirip dengan sekoteng.

Tapi perbedaan yang dimiliki oleh angsle yakni penyajiaannya bersama petulo atau putu mayang, ketan putih kukus, dan tape singkong.

Tahwa

Selain angsle, Kota Apel [julukan untuk kota Malang] juga mempunyai hidangan segar yang bisa membantu mengatasi tubuh yang kedinginan akibat hawa sejuk kota Malang. Hidangan tersebut adalah tahwa.

Tahwa tidak berbentuk seperti minuman, melainkan makanan ringan yang mempunyai kuah hangat. Menurut Merdeka, Tahwa adalah makanan peranakan Tionghoa yang sudah masuk ke Indonesia sejak lama

Tahwa juga kerap disebut dengan kembang tahu oleh masyarakat Indonesia, terutama di Malang. Hidangan ini berisikan tahu lembut yang bisa lumer di mulut yang direndam dalam kuah dari campuran jahe dan gula merah.

Lihat juga makanan khas sunda

Saat sesuap kembang tahu masuk ke mulut menuju organ pengolah makanan di tubuh, terlebih dahulu tahwa menciptakan kehangatan di tenggorokan. Hidangan tradisional ini selalu ramai dibeli saat malam hari. Harga dari tahwa hanya dijual 4.000 rupiah saja.

Kota Wisata [julukan kota Malang] memang bisa dijadikan destinasi yang tepat untuk melepaskan rasa penat akibat rutinitas yang saban hari dilakukan.

Mulai dari kondisi alamnya yang elok, penduduknya yang ramah, iklimnya yang sejuk, situs-situs sejarahnya yang menyimpan segudang cerita, hingga makanan khas Malang.

Kota Malang sangat cocok disambangi sebagai tempat pelarian dari beban pekerjaan yang kerap datang tanpa permisi.



Tags: makanan khas malang, Maka, distributor rempeyek magelang, makanan khas kota malang, makanan khas daerah Malang, masakan ayam kampung khas malang, bakwan malang, kuliner khas malang

Itulah tadi informasi dari daftar judi online mengenai Makanan Khas Malang oleh - kopihitamkapalapi.xyz dan sekianlah artikel dari kami kopihitamkapalapi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Selasa, 28 Juli 2020

Makanan Khas Makassar oleh - kopihitamkapalapi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website kopihitamkapalapi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Makanan Khas Makassar oleh - kopihitamkapalapi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Makassar adalah nama sebuah kota yang terletak di bagian timur Indonesia. Kota Makassar menyimpan kekayaan yang berlimpah, mulai dari kekayaam alam, budaya, dan kuliner. Dari ragam kekayaan yang dimiliki.

Makassar paling dikenal akan kekayaan kulinernya. Kuliner dari kota Makassar mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh kota-kota lain. Selain itu, makanan khas Makassar juga mempunyai cita rasa yang kuat.

Lihat juga Makanan Khas Sulawesi Yang Terkenal Enak

Jika kamu sedang berada di Makassar atau hendak mengunjungi Makassar, maka jangan sampai melewatkan keragaman kuliner yang dimiliki oleh kota berjuluk Kota Daeng ini.

Ada banyak pilihan makanan dan minuman yang bisa kamu coba, berikut ini minuman dan makanan khas Makassar yang tak hanya terkenal di Indonesia, tetapi hingga negara-negara lain.

Penasaran? Berikut telah MakananOlehOleh.com buat daftarnya.

Makanan Khas Makassar yang Enak

Coto Makassar

Pilihan kuliner pertama adalah makanan wajib khas kota Makassar yang tak boleh kamu lewatkan selagi berada di Kota Daeng. Coto Makassar atau Coto Mangkasara adalah makanan yang sangat terkenal di tanah Makassar.

Makanan ini merupakan makanan berkuah yang menggunakan jeroan atau isi perut sapi. Sebelum disantap bersama kuah segar, jeroan sapi harus direbus dan dibumbui terlebih dahulu dengan bumbu yang diracik secara khusus.

Coto makassar biasanya disajikan dengan ketupat dan burasa. Bagi kamu yang belum tahu, burasa sendiri adalah nama panganan khas Bugis dan Makassar yang juga dikenal dengan sebutan lapat dan lontong bersantan.

Bentuk dari burasa mirip seperti lontong yang berukuran sedikit pipih dan diproses masak dengan cara tersendiri.

Kalau kamu berkeinginan untuk mencoba coto makassar langsung dari tempat asalnya, kamu bisa mendatangi warung-warung makan di pinggir jalan kota Makassar.

Sarabba Makanan Khas Makasar

Sarabba adalah minuman khas Makassar yang juga tak boleh kamu lewatkan begitu saja. Selain menjadi minuman khas Makassar, sarabba juga terkenal sebagai minuman khas Gorontalo.

Saraba atau sarabba sendiri merupakan minuman tradisional yang hangat dan bisa menyegarkan badan. Sarba dibuat dari campuran rimpang jahe, gula aren, santan, dan merica bubuk.

Penyajian sarabba juga unik, ada yang menggunakan kuning telur ataupun tidak. Dari bahan-bahan tersebut, bisa diketahui bahwasanya sarabba mempunyai cita rasa manis dengan sesai hangat dan pedas.

Saat diminum, sarabba akan langsung menghangatkan tenggorokan dan badan. Sarabba paling enak dinikmati saat malam hari. Ketika mengeuk secangkir sarabba, jangan lupa untuk ditemani dengan aneka gorengan dan ubi rebus.

Sup Konro

Di daratan Sulawesi Selatan, sup konro adalah sajian yang hampir digemari banyak orang. Sup konro merupakan makanan tradisional khas Makassar yang hampir sama dengan coto makassar.

Sup konro dibuat dari iga sapi yang harus melewati proses perebusan terlebih dahulu sebelum disantap dengan tujuan agar iga sapi bisa empuk dan bisa terlepas dari tulang.

Makanan yang dibuat dari bermacam-macam rempah ini umumnya dihidangkan dengan ketupat atau burasa.

Di Makassar, kamu bisa mendapati banyak warung makan yang menjual menu makanan khas Makassar ini, semisal di Jl. Daeng Tata dan Jl. Gunung Lompobattang. Sup konro sendiri bisa sudah bisa dinikmati hanya dengan merogoh kocok antara Rp30.000 â€" Rp50.000.

Konro Bakar Makanan Khas Makassar Enak

Selain sup konro, ada juga konro bakar. Kalau sup konro iga sapi harus direbus terlebih dahulu agar dagingnya empuk dan bisa dilepas dari tulangnya, maka konro bakar iganya diolah dengan cara dibakar dan kemudian disajikan.

Konro bakar tak kalah enak dengan sup konro. Tulang yang masih dibalut dengan daging sapi dihidangkan bersama guyuran bumbu kacang dan kuah sup konro yang berwarna kehitaman.

Meskipun daging sapinya masih menempel di tulang, kamu bisa dengan mudah mencopotnya hanya dengan beberapa kali gigitan.

Cita rasa daging sapi berpadu dengan bumbu yang meresap akan menumbuhkan kenikmatan yang spesial, apalagi jika menyantapnya bersama dengan nasi panas.

Satu lagi yang sepertinya penting untuk kamu ketahui, warna hitam dari kuah konro merupakan hasil penggunaan buah kluwek yang biasa dipakai orang Jogja untuk membuat gudeg.

Pallubasa

Olahan sapi yang dijadikan masakan selanjutnya adalah pallubasa. Makanan khas Makassar ini terbuat dari jeroan sapi atau kerbau. Dari tampilannya, pallubasa sekejap mata tampak seperti coto makassar.

Namun ketika dicicipi, ternyata kedua jenis makanan ini berbeda. Perbedaan antara coto makassar dan pallubasa berada pada proses pemasakan daging dan penyajiannya.

Pallubasa menggunakan jeroan yang direbus dalam waktu yang cukup lama. Setelah matang, jeroan tersebut akan diiris bersama daging sapi dan dihidangkan ke dalam wadah mangkuk.

Untuk penyajiannya, jika coto makassar lebih sering menggunakan burasa, maka pallubasa menggunakan nasi putih hangat. Kuah pallubasa yang dibuat dari cukup banyak rempah memiliki rasa yang kuat dan sangat gurih.

Makanan yang berasal dari kota Makassar ini menjadi menu wajib bagi setiap wisatawan yang sedang berlibur di Negeri Angin Mamiri (Makassar).

Pallumara

Nama kuliner khas Makassar yang satu ini terdengar mirip dengan pallubasa. Tapi dari segi bahan utama dan rempah yang digunakan sebagai bumbunya, maka terdapat perbedaan yang mencolok.

Bagi kamu yang baru mendengar makanan ini, pallumara adalah makanan berkuah asal Makassar yang menggunakan daging ikan atau kepala ikan kakap merah besar sebagai bahan utamanya. Setelah daging ikan diolah dan dibumbui, daging ikan tersebut akan dicelupkan ke dalam kuah kental.

Kuah kental yang dimiliki oleh pallumara bukan berasal dari santan, melainkan kemiri. Selain itu, kuah sup ikan juga dibuat dengan beragam rempah yang memberikan cita rasa gurih, pedas, dan asam.

Makan pallumara paling nikmat jika bersama dengan nasi yang masih hangat. Pastikan juga sebelum menyantapnya kamu sudah menyiapkan minuman dingin sebagai teman makan.

Pallu Kacci

Kalau tadi ada pallubasa dan pallumara, maka kali ini kamu akan berkenalan dengan pallu kacci. Mungkin kamu bertanya-tanya apa sebenarnya arti pallu dalam bahasa Makassar.

Pallu sendiri berarti masak atau masakan dan kacci berarti asam. Jadi pallu kacci secara harfiah bisa diartikan sebagai makanan dengan cita rasa asam.

Hidangan enak dari kota Makassar ini juga berbentuk makanan berkuah sepeti sup dengan warna kuahnya yang kuning.

Pallu kacci terbuat dari ikan. Biasanya orang Makassar menggunakan ikan bolu atau di daerah lain lebih dikenal dengan sebutan ikan bandeng. Selain bandeng, ikan tuna dan cakalang juga tak jarang dipilih.

Sementara untuk bumbunya, makanan khas Makassar ini menggunakan sejumlah rempah khas Indonesia seperti asam jawa, bawang merah, bubuk kunyit, gula, garam, cabai rawit, dan tomat.

Selain bahan utama dan bumbu, ada juga bahan pelengkap seperti taburan bawang goreng yang membuat olahan ikan ini semakin gurih, harum, dan lezat.

Es Pisang Ijo

Di beberapa kota-kota besar yang tersebar di Indonesia, bisa dengan mudah dijumpai es pisang ijo. Kalau kamu penasaran dari mana asal es pisang ijo, minuman itu merupakan minuman asli kota Daeng Makassar, Sulawesi Selatan.

MInuman ini memang diakui banyak orang sebagai minuman yang cukup digemari. Orang-orang kerap memberikan alasannya menyukai es pisang ijo bukan karena rasanya, tetapi juga penampilannya yang cantik.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat es pisang ijo sudah bisa ditebak dari namanya, yakni pisang. Pisang yang digunakan harus pisang yang segar. Pisang tersebut dibalut dengan adonan khusus yang berwarna hijau.

Setelah psiang sudah terbungkus adonan, berikutnya harus dikukus sebelum disajikan. Penyajian es pisang ijo biasanya bersama bubur sumsum, susu kental, es batu, dan sirup merah.

Es Pallu Butung

Selain es pisang ijo yang terkenal, Makssar juga punya sajian serupa yang bernama es pallu butung. Seperti dituliskan sebelumnya, es pallu butung mirip seperti es pisang ijo di mana bahan utama yang digunakan adalah pisang.

Perbedaan antara kedua jenis minuman ini terletak pada pengolahan pisangnya. Pada es pallu butung, pisang yang sudah direbus akan dipotong kecil-kecil dan kemudian disiram dengan bubur berwarna putih yang terbuat dari tepung beras dan santan.

Setelah pisang bebas berenang pada kuah santan, pada bagian atasnya akan ditaburkan es serut yang kemudian dilanjut dengan menambahkan sirup berwarna merah dan susu kental manis.

Minuman khas Makassar ini biasanya ramai ditemui ketika momen Ramadhan tiba di mana banyak penjual yang membuatnya untuk para pembeli yang ingin berbuka puasa dengan menu yang menyegarkan.

Nasi Kuning Riburane

Nasi kuning mungkin bukan makanan khas Makassar karena di daerah lain juga tak jarang ditemukan nasi kuning.

Tapi yang menjadikan nasi kuning itu bisa menjadi menu khas suatu daerah adalah inovasi atau kreasi yang dilakukan padanya. Di Makassar, ada nasi kuning khas bernama nasi kuning riburane. Nasi kuning riburane sendiri sebetulnya adalah warung nasi kuning legendaris yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lamanya.

Nasi kuning riburane telah melewati proses adaptasi sehingga cocok dengan lidah orang Makassar yang seleranya cenderung menyukai makanan bercita rasa kuat dan pedas.

Pada sepiring nasi kuning akan terdapat cukup banyak lauk yang bisa membuat perut kamu kenyang seperti telur pindang rebus, sayur labu siam, semur daging, sayur nangka, paru goreng empuk, abon, dan kering kentang.

Kenikmatan nasi kuning riburane sudah tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, nasi kuning yang dikelola oleh Hj. Istiah pernah mendapatkan penghargaan Makassar Most Favourite (MMF) Award Culinary di tahun 2010 hingga 2012.

Pisang Epe

Pisang epe adalah jajanan khas kota Makassar yang mudah ditemukan di daerah pesisir pantai. Pisang epe merupakan panganan yang terbuat dari bahan dasar pisang raja.

Pisang raja yang digunakan tidak terlalu matang dan teksturnya masih sedikit keras. Kata “epe” dalam Makassar berarti “jepit”. Jadi jika diartikan pisang epe berarti pisang yang dijepit.

Ada yang unik dari pisang epe. Keunikan tersebut ada pada bentuk pisang yang gepeng karena melewati proses pressing. Setelah pisang digepengkan, pisang tersebut langsung dipanggang di atas bara api.

Pisang yang sudah siap untuk disediakan selanjutnya disiram dengan aneka topping. Dulu orang Makassar menggunakan topping berupa gula merah cair. Namun saat ini pisang bisa diberikan aneka macam topping, seperti cokelat, durian, stroberi, dan masih banyak lagi.

Ikan Bakar Makanan Khas Makasar

Ikan bakar Makassar terkenal akan kelezatannya yang bisa menggoyang lidah, membuat perut kenyang, dan menjadikan tubuh lebih sehat.

Makanan khas Makassar satu ini menggunakan ikan laut yang segar. Adapun jenis ikan yang digunakan antara lain ikan papakulu, ikan bawal, ikan baronang, ikan bandeng, ikan sukang, dan ikan kaci-kaci.

Sebelum dibakar, ikan akan diberikan bumbu ringan semisal bawang putih, garam, kunyi, dan jahe.

Penyajian ikan bakar Makassar tak berbeda dengan di cara menyajikan di daerah-daerah lain. Ikan bakar disantap bersama sambal kecap, dan lalapan sayur seperti kemangi, timun, dan tomat.

Untuk menambah rasa kenyang, tak jarang orang Makassar yang menambahkan aneka sayuran seperti kangkung dan tauge.

Ikan bakar Makassar yang disantap bersama nasi putih hangat dan sambal cabai akan lebih nikmat apabila ditemani dengan minuman dingin seperti es jeruk atau es teh manis.

Barongko

Makassar banyak didiami oleh orang-orang Bugis. Penyebarannya yang pesat memberikan sejumlah pengaruh dalam jangka panjang.

Salah satu pengaruh dari orang-orang Bugis yang tinggal di Makassar adalah barongko. Barongko adalah kue khas Bugis di Makassar yang terbuat dari bahan dasar pisang yang dihaluskan, gula, pasir, garam, telur, dan santan.

Adonan kue barongko yang sudah jadi akan dibungkus dengan daun pisang dan dikukus hingga matang, setelah itu disimpan ke dalam lemari es.

Pada waktu dahulu, makanan khas Makassar berjenis kue ini menjadi hidangan penutup untuk kalangan raja Bugis. Selain itu, barongko juga kerap dihadirkan dalam acara-acara adat seperti pernikahan, syukuran, dan sunatan.

Sop Saudara

Sop saudara sebenarnya makanan yang berasal dari Pangkep. Dikarenakan keberadaan Pangkep hanya sekitar 60 km dari kota Makassar, maka makanan ini juga dianggap sebagai salah satu makanan khas Makassar yang terkenal.

Bagi kamu yang belum tahu, sop saudara sendiri diartikan sebagai (S)aya (O)rang (P)angkep Saudara.

Di Makassar saat ini sudah banyak warung makan yang menghidangkan menu ini, salah satunya adalah Warung Pangkep yang berada di Makassar.

Makanan yang terkenal di kota Makassar ini terbuat dari bahan dasar berupa daging sapi yang disantap bersama kuah lezat dan beberapa bahan pelengkap seperti bihun, perkedel kentang, dan telur itik rebus.

Sop saudara paling sering disajikan bersama dengan nasi putih dan ikan bandeng bakar. Semangkok sop saudara dengan cita rasa bumbu rempah-rempah yang begitu nikmat hanya dihargai dengan Rp25.000an rupiah.

Sop Ubi

Pernahkah terbayangkan bagaimana serunya menyantap ubi yang dijadikan sop? Hanya di Makassar kamu bisa menemukan makanan unik semacam itu. Makanan khas Makassar yang unik ini umumnya dihidangkan tanpa nasi.

Pasalnya, sop ubi sudah bisa menahan rasa lapar perut untuk beberapa jam karena mengandung karbohidrat tinggi yang diperoleh dari ubi. Selain mengenyangkan, sop ubi juga kaya akan protein yang diperoleh dari daging dan vitamin dari sayuran.

Sop ubi juga sama seperti sop pada umumnya. Sop ubi mempunyai kuah kaldu yang menjadi tempat berendam aneka macam sayuran. Selain sayuran, ada juga bahan pelengkap lain seperti bihun, daun bawang, dan perasan jeruk nipis.

Satu hal yang perlu kamu tahu sebelum mencicip makanan ini. Sop ubi termasuk makanan berkuah dengan kadar lemak yang cukup banyak sehingga diperlukan perasan jeruk nipis sebagai penetralisir rasanya. Hidangan khas kota Makassar ini bisa kamu peroleh dengan harga pasaran mulai dari Rp20.000an.

Kapurung

Makassar memang dikenal akan kulinernya yang berkuah. Salah satu makanan khas Makassar yang berkuah adalah kapurung.

Kapurung sebenarnya bukan makanan yang pertama kali lahir di Makassar, tetapi di Palopo yang ketika itu dibuat oleh masyarakat desa Luwu.

Kuliner tradisional ini terbuat dari bahan dasar sagu asli atau tepung sagu yang dibentuk bulat-bulat kecil seukuran bakso setelah melewati proses pelarutan dalam air panas hingga menjadi adonan kental.

Adonan kapurung yang sudah dibentuk bulat-bulat disajikan bersama dengan saus kacang dan tambahan berbagai macam sayur mayur serta daging ikan.

Beberapa sayuran yang biasa dipilih untuk mendampingi kapurung adalah jantung pisang, jagung manis, terong, bayam, dan kacang panjang. Cita rasa dari kapurung sedikit asam pada kuah yang disebabkan oleh penggunaan buah patikala.

Untuk kamu yang tidak tahu, dikarenakan makanan ini berbahan dasar sagu, di tempat lain seperti Papua dan Maluku juga ada panganan sejenis kapurung dengan nama berbeda.

Pisang Peppe

Pisang peppe menjadi salah satu makanan yang enak dan terkenal di Makassar, Sulawesi Selatan. Sekilas nama makanan ini mirip dengan pisang epe, tapi sebenarnya kedua jenis makanan ini berbeda.

Meskipun ada yang sama mungkin hanya pada bentuk pisangnya yang pipih atau gepeng karena digeprak. Tapi dari cara menyajikannya, pisang peppe dan pisang epe tidaklah sama.

Kalau pisang epe menggunakan pisang raja, pisang peppe menggunakan pisang gepok yang masih mengkal dan muda. Jika pisang epe dibakar, pisang peppe digoreng seperti biasanya. Setelah pisang digoreng pisang itu dipipihkan dan siap disantap.

Ada yang unik dari cara menyajikan pisang peppe yakni harus ditemani dengan cocolan sambal tomat yang pedas.

Perpaduan rasa manis dan pedas yang dihasilkan dari pertemuan pisang peppe dan sambal tomat menimbulkan sensasi berbeda dari menikmati pisang goreng pada umumnya.

Songkolo Bagadang Makanan Khas Makassar

Saat lapar menerpa di tengah malam, orang Makassar biasanya akan menyerbu makanan dengan lauk sederhana.

Makanan tersebut adalah songkolo bagadang. Songkolo atau orang Bugis menyebutnya “sokko” adalah makanan khas Makassar yang terbuat dari beras ketan.

Beras ketan yang digunakan bisa ketan putih ataupun ketan hitam. Beras ketan yang dipilih dikukus hingga matang lalu disajikan bersama lauk pendamping berupa parutan kelapa yang sudah digoreng dan sepotong telur itik asin dan ikan asin.

Makanan ini mengandung kata bagadang karena kemunculannya yang mencapai dini hari. Para penjual songkolo bagadang di kota Makassar cukup banyak, salah satunya ada di Jl. Antang Raya yang bisa disambangi dari arah timur kota Makassar.

Songkolo bagadang menjadi sajian pengganjal perut di saat perut merasakan kelaparan di tengah malam. Songkolo bagadang bisa disantap langsung di warung dengan wadah piring atau dibungkus dengan daun pisang yang diikat dengan gelang karet.

Roko-Roko Unti dan Cangkuning

Roko-roko unti dan cangkuning adalah kue yang mirip dengan kue barongko, yakni menggunakan bahan utama berupa pisang sebagai santapannya.

Roko-roko sendiri di Makassar berarti dibungkus, jadi kedua makanan khas Makassar ini disantap di atas bungkusan.

Bahan yang digunakan untuk membungkus adalah daun pisang. Perbedaan dari kedua jenis makanan ini terletak pada bahan tambahan dan cara pelipatan bungkusannya.

Roko-roko unti menyajikan pisang yang ditengahnya dilapisi dengan adonan dari tepung beras. Setelah potong-potongan pisang sudah dibalut dengan adonan, proses berikutnya adalah membungkus dengan daun pisang dengan melipatnya hingga menjadi bentuk persegi panjang.

Sementara cangkuning disajikan bersama parutan kelapa dan cairan gula merah yang juga dibungkus dengan daun pisang namun bentuk lipatannya berbeda dari roko-roko unti.

Putu Cangkiri

Putu cangkiri adalah makanan sejenis kue yang menjadi warisan kuliner masyarakat Bugis di Makassar. Kue putu cangkiri pada zaman dahulu mempunyai banyak penggemar.

Tapi semakin ke sini, kue putu cangkiri mulai sedikit diminati karena efek perkembangan zaman yang juga memengaruhi dunia perkulineran nusantara.

Untuk kamu yang belum tahu, putu cangkiri adalah kue yang mempunyai bentuk seperti sepertiga dari ukuran cangkir, sehingga dinamakan dengan putu cangkiri.

Putu cangkiri merupakan jajanan pasar yang beraroma tradisional yang banyak dijual oleh pedagang kaki lima ataupun pedagang keliling.

Camilan sederhana yang lahir melalui tangan suku Bugis ini terbuat dari bahan dasar tepung beras yang dicampur dengan beras ketan dan gula merah sisir.

Kue ini mempunyai banyak warna, yakni cokelat, putih, hitam, dan hijau. Warna yang dimiliki oleh masing-masing putu cangkiri dihasilkan oleh penggunaan bahannya.

Jalangkote

Jalangkote adalah makanan khas Makassar yang mempunyai bentuk mirip dengan kue pastel.

Dari segi bentuk memang tampak sangat mirip, tapi setelah masuk ke dalam mulut, kamu bisa merasakan perbedaan dari kue pastel dengan jalangkote Makassar.

Perbedaan itu berada pada kulitnya. Kulit pastel biasanya berukuran lebih tebal dibandingkan jalangkote.

Perbedaan lainnya juga terletak pada cara penyajiaannya. Kalau pastel biasanya disajikan bersama cabai rawit, jalangkote dihidangkan bersama sambal cair.

Di tanah Makassar, jalangkote menjadi panganan yang paling dikenal oleh masyarakatnya. Jalangkote terbuat dari adonan tepung terigu dan mentega yang berisikan potongan kentang, wortel, telur, mie, bihun, dan tauge.

Sebagian masyarakat Bugis juga tak jarang menambahkan daging ayam atau sapi. Saat memasuki bulan Ramadhan, panganan ini banyak dijual sebagai santapan untuk berbuka puasa.

Gogoso

Penduduk kota Makassar yang terbiasa menghabiskan waktu malamnya untuk beraktivitas tak jarang memenuhi kebutuhan perutnya dengan menyantap berbagai makanan khas Makassar yang dijual pada malam hari.

Selain songkolo bagadang yang terkenal, ada juga santapan yang selalu muncul di malam hari, yakni gogoso. Gogoso atau ganggoreng nasu banyak djual di warung-warung yang buka hingga malam hari atau dijual berkeliling menggunakan sepeda.

Bahan utama yang dipilih untuk membuat gogoso adalah beras ketan yang dibungkus menggunakan daun pisang dan kemudian dipanggang di atas bara api. Dilihat dari bahannya, tampak tak ada perbedaan antara gogoso dengan songkolo.

Tapi dari menu pendampingnya, gogoso biasanya disajikan bersama kambu atau abon sapi.

Gogoso yang sudah mtang bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp10.000 dengan lauk lengkap. Makanan khas Makassar yang menjadi warisan kuliner nenek moyang ini bisa bertahan hingga beberapa minggu.

Mie Titi Makanan Khas Makassar

Mie titi adalah hidangan berkuah yang sangat populer di kota Makassar. Mie titi yang paling terkenal di kota Makassar bisa ditemukan di Jalan Irian, Jalan Datuk Museng, dan Jalan Boulevard.

Untuk diketahui, mie titi adalah makanan khas Makassar yang sudah ada sejak lama.

Pertama kali kuliner ini diperkenalkan oleh keturunan Tionghoa bernama Ang Kho Tjao pada sekitaran tahun 1960 kepada anak-anaknya yang salah satunya bernama Titi.

Mie titi sendiri pada dasarnya berbentuk mie kering. Dari segi tampilan mungkin mie titi terlihat sama dengan mie-mie pada umumnya. Tapi setelah dicicip, mie titi mempunyai rasa yang jauh lebih enak dengan mie lainnya.

Mie kering yang disiram dengan kuah kental dan aneka macam pelengkap sepeti udang, hati, ayam, bakso, cumi, jamur, dan sayur-sayuran menjadikan cita rasa mie menjadi lebih nikmat dan sempurna.

Untuk bisa menikmati mie titi, kamu hanya perlu menyiapkan uang sebanyak 50 ribu untuk bisa memakan satu atau dua porsi mie titi.

Burasa

Kalau kamu menyimak daftar makanan khas Makassar sebelumnya, kamu pasti sudah tahu apa itu burasa. Burasa adalah panganan khas masyarakat Bugis yang mirip dengan lontong.

Di Makassar, burasa juga dikenal dengan sebutan lapat. Burasa mempunyai bentuk seperti lontong tapi ukurannya lebih pipih dibandingkan lontong. Selain itu, burasa juga dimasak dengan cara tersendiri alias tidak sama dengan lontong yang dikukus.

Burasa terbuat dari beras yang mula-mula dimasak bersama santan yang banyak sehingga berubah bentuk menjadi nasi lembek. Setelah itu, nasi lembek dibungkus dengan daun pisang dengan ukuran sesuai selera lalu diikat dengan tali rapia atau daun pisang.

Setelah dibungkus, proses berikutnya adalah melakukan perebusan hingga matang. Apabila sudah matang, burasa sudah siap disantap bersama hidangan lain seperti sambal kacang, telur rebus, coto makassar, sop konro, dan pallubasa.

Baje

Kue-kue khas Makassar memang dikenal dengan cita rasanya yang manis. Dari sekian banyak kue bercita rasa manis yang ada, salah satunya yang cukup terkenal adalah kue baje.

Kue baje dibuat dari bahan utama berupa campuran beras ketan, santan, dan gula merah. Adonan kue baje yang sudah dikukus hingga matang akan dicetak berbentuk persegi panjang dengan ukuran kecil-kecil dan dibungkus pakai daun pisang kering.

Saat ini banyak orang Makassar yang memberikan variasi pada kue baje. Salah satu variasi yang dilakukan adalah penggunaan beras ketan yang sudah digiling halus.

Kue baje yang menggunakan beras ketan halus dinamakan baje batan. Baje batan rasanya sama, yang berbeda hanya tekstur kue yang lebih halus, sedangkan baje biasa teksturnya lebih kasar. Selain baje batan, ada juga variasi lain seperti baje badong dan baje canggoreng.

Kue Dange

Kalau kamu melek kuliner, mungkin kue dange akan terlihat serupa dengan kue pukis atau kue rangi yang mana merupakan kue khas kota Jakarta atau suku Betawi.

Dari segi bentuknya mungkin tampak sama, tapi bahan dan rasa dari kue dange jelas berbeda dengan kue pukis ataupun kue rangi. Kue dange mempunyai tekstur yang legit dengan rasa gurih dan manis karena menggunakan campuran kelapa parut dan gula merah.

Saat ini, kue dange mulai sulit ditemui. Kalau dulu kue dange biasa dijual di ruas-ruas jalan di sepanjang bandara.

Kue ini menggunakan bahan dasar tepung ketan hitam, kelapa parut, gula merah, dan garam. Adonan dari bahan-bahan tersebut dikukus aga kue tahan lama.

Setelah dikukus, adonan yang sudah matang dimasukkan ke dalam cetakan yang terbuat dari tanah liat untuk dibakar. Ketika sudah matang, kue ini bisa langsung disantap dalam keadaan hangat.

Buroncong

Buroncong atau baroncong adalah panganan sejenis kue khas kota Makassar yang terbuat dari campuran tepung terigu, kelapa parut, santan, gula pasir, dan garam.

Dari segi bentuk, tak ada perbedaan mencolok antara kue buroncong dengan kue dange yang juga sama-sama berasal dari Makassar. Tapi dari bahan yang digunakan, jelas beda. Kalau kue dange menggunakan tepung beras ketan, kue buroncong menggunakan tepung terigu.

Proses pembuatan buroncong sama seperti kue dange yang berakhir dengan proses pembakaran di dalam cetakan di atas tungku api.

Yang unik dari kue buroncong adalah ketika dibakar pada cetakan yang bentuknya setengah lingkaran, adonan dibiarkan sedikit gosong agar adonannya agak mengembang.

Setelah mulai mengembang, barulah ditaburi gula pasir. Jika sudah matang, kue buroncong sudah siap untuk disantap hangat-hangat.

Cucuru Bayao

Pada daftar makanan khas Makassar yang tertera dalam tulisan ini, ada beberapa yang berasal dari wilayah Pangkep.

Jika sebelumnya ada sop saudara dan kue dange, maka kali ini ada cucuru bayao yang juga berasal dari daerah Pangkep.

Cucuru bayao adalah kue khas Pangkep yang mempunai rasa manis dengan tekstur yang lembut ketika digigit. Kue ini biasa dihidangkan saat pesta-pesta gembira semisal perkawinan dan sunatan.

Dalam bahasa Makassar, cucuru berarti kue dan bayao berarti telur, sehingga kalau digabungkan maka timbul definisi kue yang berbahan dasar telur. Selain telur, sebenarnya ada juga bahan lain yang dipakai seperti gula pasir dan kenari.

Kue ini mempunyai bentuk bulat pipih dan berwarna kuning tua yang disebabkan oleh penggunaan telur yang sangat banyak. Kue cucuru bayao mempunyai filosofis sendiri, seperti penggunakan telur yang banyak menjadi lambang kemuliaan, kemegahan, dan keagungan dalam artian positif.

Lihat juga Makanan Khas Jawa Yang Rekomended Banget

Jika kamu bingung dalam menentukan makanan khas Makassar mana yang akan kamu coba, disarankan agar kamu mencicipi ikon kuliner khasnya saja dulu seperti coto makassar, nasi kuning bugis, ayam goreng bugis, dan konro bakar.

Dari sejumlah makanan dan minuman yang dimiliki oleh Makassar, ada beberapa di antaranya yang banyak dibawa oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.



Tags: makanan khas makassar, Makanan khas sulsel, Makanan khas daerah sulawesi selatan dan gambarnya, masakan sulsel, makanan khas makasar, makanan khas dari sulawesi selatan, makanan khas sukawesi selatan, makanan khas sula

Itulah tadi informasi dari joker123 mengenai Makanan Khas Makassar oleh - kopihitamkapalapi.xyz dan sekianlah artikel dari kami kopihitamkapalapi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Senin, 27 Juli 2020

Makanan Khas Sulawesi oleh - kopihitamkapalapi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website kopihitamkapalapi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Makanan Khas Sulawesi oleh - kopihitamkapalapi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sulawesi adalah pulau yang berada di sebelah timur Indonesia, tepatnya terletak di antara pulau Kalimantan di sebelah barat dan Kepulauan Maluku sebelah di sebelah timur.

Penduduk pulau Sulawesi rata-rata didominasi oleh suku Bugis-Makassar yang kebanyakan dari mereka adalah pedagang.

Di pulau Sulawesi terdapat 6 buah provinsi, yakni provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.

Pulau Sulawesi termasuk pulau yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Keindahan alam dan laut pulau Sulawesi menimbulkan daya tarik yang begitu kuat sehingga membuat sekian banyak orang berbondong-bondong datang ke pulau tersebut.

Selain keindahan pariwisatanya, pulau Sulawesi juga terkenal dengan suguhan kuliner yang beragam dan khas.

Jika kamu berencana untuk menyambangi Sulawesi, jangan sampai melewatkan salah satu makanan khas Sulawesi yang MakananOlehOleh.com tampilkan berikut ini.

Makanan Khas Sulawesi

1. Coto Makassar

Makanan khas Sulawesi bernama coto merupakan makanan dengan bahan dasar berupa jeroan sapi yang dibuat dengan cara direbus dengan waktu lama.

Sama halnya dengan soto, coto juga memiliki kuah dengan warna cokelat bercampur dengan irisan daging sapi, bahkan ada tambahan lain seperti jantung, babat, dan hati sapi.

Untuk memberikan rasa enak, coto akan diberi bumbu dari rempah-rempah khas Indonesia yang diracik secara khusus.

Untuk menyantapnya, orang asli Sulawesi khususnya Makassar akan menambahkan ketupat atau burasa sebagai teman makannya.

Burasa sendiri adalah makanan yang mirip lontong, namun bentuknya agak pipih dengan bahan tambahan berupa santan dan dimasak sambil dibungkus daun pisang yang ditali bagian luarnya.

Sedangkan bahan untuk membuat coto adalah meliputi jahe, serai, lengkuas, daun salam, kacang tanah, dan lainnya. Selain itu juga ada bumbu halusnya seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, jinten, merica, cabai, dan tauco.

Bagi yang tertarik menikmatinya, di Makassar ada beberapa tempatnya seperti Coto Tol Nusantara dg.Oyo, Coto Bawakaraeng, Coto Gembira, dan Coto Nusantara. Untuk nama terakhir, terletak di Jl. Nusantara, Pattunuang, Wajo, Makassar.

2. Sarabba

Sarabba merupakan minuman khas suku Bugis yang banyak tinggal di Makassar dengan bahan pembuatan meliputi jahe, gula aren, merica bubuk, kuning telur, dan santan.

Campuran tersebut akan menimbulkan minuman dengan rasa hangat pedas manis sehingga sangat cocok diminum saat cuaca dingin.

Warna yang dihasilkan berkat percampuran bahan tersebut adalah cokelat, namun tidak terlalu pekat.

Harga untuk minuman yang dapat dengan mudah ditemui di Makassar ini hanya 8 ribu sampai 10 ribu rupiah saja per satu gelasnya.

Lihat juga makanan khas daerah

Rasa dari sarabba sangat khas dan dikatakan mampu menambah stamina serta bisa menghangatkan tubuh. Belum lagi penyakit seperti flu dan masuk angin bisa dengan segera ditangkal sehabis meminumnya.

Bagi yang ingin menikmatinya, datang saja ke salah satu tempat penjualannya di Jalan Sungai Cerekang, Makassar yang selalu ramai dikunjungi.

Namun apabila ingin menikmati sarabba di rumah, beli saja kemasan saset sarabba agar praktis dibuat dimanapun.

3. Sup Konro

Sop konro merupakan sop dengan kuah yang berlemak berwarna kecokelatan dengan bahan dasar iga sapi yang direbus, sedangkan jika menggunakan iga sapi yang dibakar maka namanya sop konro bakar.

Yang membuat khas sop konro adalah iga yang direbus harus benar-benar empuk agar lebih mudah dinikmati. Selain iga, boleh pula untuk menambah variasinya dengan memberi tambahan daging sapi pada sop konro ini.

Pembuatannya sup konro terbilang cukup sulit, selain cara perebusan yang benar-benar lama, bumbu yang dipakai juga melimpah layaknya masakan Makassar pada umumnya.

Bagi yang ingin menikmati empuknya iga sapi atau segarnya kuah sup konro, langsung saja datang ke Jalan Daeng Tata, Makassar untuk membeli seporsi sop konro Daeng Tata.

Selain itu, ada juga tempat lain yang sama-sama terkenal dan legendaris di Jalan Gunung Lompobattang dengan nama kedainya Sop Konro Karebosi, bahkan ada juga cabangnya di Jakarta.

Makanan yang akan sangat tepat bila dinikmati saat kondisi dingin tersebut dijual mulai dari 30 ribu sampai 50 ribu rupiah.

Bisa juga disantap dengan nasi putih hangat atau dengan makanan khas Sulawesi Selatan lainnya, seperti burasa misalnya.

4. Konro Bakar Karebosi

Sebelumnya telah disinggung tentang sop konro bakar yang dibuat dengan cara membakar iga sapi terlebih dahulu lalu dibalut bumbu sop konro yang khas.

Tempat paling tepat untuk menikmati konro bakar ada di Jl. Gunung Lompobattang no. 41 dengan nama kedai Konro Bakar Karebosi. Penampilan antara yang direbus dan dibakar agak berbeda, seperti pada warna kuah dan rasanya.

Kuah konro bakar cenderung lebih hitam, sedangkan yang direbus memiliki warna agak cokelat.

Untuk rasa, iga yang dimasak dengan cara dibakar akan lebih memiliki rasa yang khas ketimbang dengan cara pemasakan lain, termasuk perebusan.

Bumbu rempah yang digunakan cukup beragam, salah satunya adalah buah kluwek yang nantinya menghasilkan warna hitam pada kuahnya.

Lalu ada ketumbar dengan fungsinya untuk memberi cita rasa kuat pada setiap makanan. Di kedai Sop Konro Karebosi sendiri, iga bakar memiliki keunggulan pada teksturnya yang empuk dan bumbunya yang meresap.

Bahkan kedai yang telah ada sejak 1968 ini telah mendapat penghargaan Makassar Most Favourite Award Culinary.

Penghargaan lain adalah makanan terfavorit untuk kategori konro dengan jumlah persentase Most Favorite Indeks (MFI) yaitu 75,33%.

5. Pallubasa

Pallubasa merupakan makanan dengan tampilan dan bahan yang mirip seperti coto makassar, termasuk bahan utama pembuatannya yaitu jeroan sapi atau kerbau beserta dagingnya yang juga sama.

Bentuk pallubasa memiliki tampilan kuah kecokelatan yang agak pekat, kemudian ada kuning telur menyembul di atasnya.

Perbedaan antara coto dengan pallubasa yang paling umum adalah adanya telur ceplok mentah di atas pallubasa, jika coto tidak ada telurnya.

Selain itu, perbedaan lain terletak pada cara memakannya, jika pallubasa menggunakan nasi, maka coto lebih sering ditemani burasa atau ketupat.

Untuk bisa merasakan nikmatnya makanan bekuah ini, datang saja ke Warung Pallubasa H. Haeruddin atau nama bekennya Pallubasa Serigala.

Penamaan serigala sendiri tak lepas dari lokasi warungnya yang berada di Jalan Serigala. Warung ini akan melayani pesanan dari jam 9 pagi sampai 8 malam dengan pembeli yang tidak berhenti berdatangan, khususnya saat jam makan siang.

Selain karena rasanya yang enak, untuk menikmati satu mangkuk beserta nasi putih harganya cukup terjangkau, yakni hanya 18 ribu rupiah.

6. Pallumara

Pallumara sendiri merupakan sup dengan sajian berupa ikan segar yang biasa disantap saat siang hari dengan nasi hangat sebagai temannya.

Ditilik dari penamaannya yaitu pallu yang berarti masak dan mara yang mengandung arti pedas, pastinya sup ini memiliki rasa pedas.

Walaupun mirip dengan sup ikan alias pindang, nyatanya pallumara memiliki nilai lebih pada penggunaan rempah dan cara pemasakannya.

Olahan makanan laut ini sendiri sebenarnya bisa dibuat dengan berbagai jenis ikan apa saja, tergantung pembuat dan kreatifitasnya.

Namun beberapa yang paling umum adalah pallumara juku bolu, yang menggunakan ikan bandeng berukuran besar.

Namun karena duri dari ikan bandeng yang banyak sehingga merepotkan konsumen, maka munculah pallumara bandeng presto yang menggunakan ikan bandeng presto yang sejatinya merupakan makanan khas Semarang.

Lalu ada pallumara juku mairo dengan bahan dasar ikan teri yang telah dihilangkan kepalanya. Terakhir ada pallumara kaloak yang menggunakan ikan tongkol yang terlebih dahulu dipotong-potong.

Bahan tambahan jenis pallumara ini adalah keluak. Selain itu, masih ada banyak jenis ikan lain yang bisa dipakai, mulai dari bawal, gurame, cakalang, kerapu, kakap, dan ikan jenis lain.

7. Pallukacci

Jika pallumara berarti masakan pedas, berbeda halnya dengan pallukacci yang memiliki makna masakan asam dari kata kacci (asam) dengan pallu (masakan).

Hampir sama dengan pallumara, pallukacci juga adalah sup dengan warna kekuningan berbahan dasar ikan namun memiliki rasa asam.

Ikan yang biasa digunakan adalah tuna atau cakalang dan ikan bandeng, asam jawa, tomat, garam, kunyit bubuk, bawang merah, cabai rawit, dan gula.

Masakan khas Sulawesi Selatan khususnya Makassar ini dimasak secara sederhana seperti sup kebanyakan. Yakni dengan memasak ikan bersamaan dengan air asam beserta penyedap rasa dan garam secukupnya.

Lalu ada tambahan kunyit bubuk agar warnanya menjadi kuning dan dimasukkan pula tumisan bawang, irisan tomat, dan cabai.

Setelah matang, sup ini akan memiliki rasa yang enak dan tekstur empuk pada daging ikan yang telah bersih dari jeroan dan kotorannya. Lalu rasa pedas asam juga ikut muncul jika mencicipi kuahnya yang segar itu.

8. Burasa

Telah dikatakan di atas tentang burasa yaitu olahan yang terbuat dari beras dengan santan yang dibalut daun pisang.

Ukurannya sendiri memang lebih kecil dari lontong, sehingga ada pula yang menyebutnya dengan panggilan lontong bersantan.

Nama lainnya yang tak kalah terkenal adalah buras dan lapat, namun nama burasa akan tetap menjadi nama yang paling dikenal dan melekat pada panganan ini.

Makanan asli masyarakat Bugis Sulawesi Selatan tersebut memiliki bentuk pipih namun sering disantap bersama dengan coto makassar maupun opor ayam, khususnya saat lebaran atau hari raya idul fitri.

Cara untuk membuatnya juga tergolong mudah, yakni pertama-tama dengan merebus beras yang telah dicampur dengan santan sampai lembek.

Nantinya akan dibungkus memakai daun pisang yang ditali menggunakan tali rafia yang nantinya bisa langsung direbus sampai matang.

Makanan ini mampu bertahan selama dua hari, sehingga sangat tepat dibawa sebagai bekal makanan saat perjalanan.

Memakannya juga tidak susah, selain sebagai teman makan, juga bisa disantap secara langsung maupun ditemani sambal dan telur rebus.

Kini, burasa telah menyebar sampai luar Sulawesi Selatan, karena telah sampai Gorontalo, Kalimantan, hingga Malaysia.

9. Gogoso

Hampir sama dengan burasa, gogoso juga panganan yang dibuat dengan penutup daun pisang.

Bedanya, bahan utama pembuatannya adalah beras ketan yang nantinya akan dibungkus dengan daun lalu dimasak dengan cara memanggangnya di atas bara api.

Untuk memberi kesan nikmat, maka gogoso memiliki isian berupa abon sapi atau daging ayam dengan nama kambu yang diletakkan di tengah-tengahnya.

Selain itu, ada bahan-bahan lain yang biasa digunakan seperti santan, garam, dan daun salam agar rasanya gurih.

Untuk bisa mendapatkannya dapat dengan mudah ditemui di kawasan Pantai Losari hingga di sekitar karebosi, bahkan saat malam hari.

Harga dari satu bungkus gagoso dengan panjang hampir serupa dengan lontong ini hanya 3 ribu sampai 5 ribu rupiah. Biasanya harga tergantung dengan isian kumbu di dalamnya yang sangat menentukan rasanya.

Makanan khas Sulawesi Selatan ini juga bisa ditemani dengan canggoreng pallu/nasu yaitu sebuah kacang rebus yang juga dapat dengan mudah ditemui bersamaan dengan adanya gogoso.

10. Nasi Kuning Riburane

Nasi kuning adalah nasi dengan penampakan berwarna kuning karena diberi kunyit dan menggunakan santan agar rasanya lebih gurih daripada nasi putih biasa.

Meskipun bukan olahan asli dari Sulawesi, namun di Makassar terdapat warung legendaris yang bertempat di jalan Riburane No. 11 depan gedung RRI Makassar. Nasi kuning di sana dijual dengan dua pilihan porsi, yakni porsi besar dan porsi kecil, pilih saja sesuai kebutuhan.

Bahkan di kedai dengan nama Nasi Kuning Riburane Asuhan Hj. Istiah tersebut telah ludes terjual saat jam menunjukan pukul 11 siang. Jadi sangat disarankan datang sebelum jam 11, kalau bisa saat pagi sudah ikut mengantre.

Yang membuat istimewa nasi kuning ini adalah rasanya yang lebih gurih dengan rempah pilihan sebagai bumbu pembuatnya. Selain itu terdapat cukup banyak lauk pauk untuk dinikmati bersama nasi kuning, sebut saja abon, kentang kering, telur pindang rebus, sayur labu siam, dan semur daging.

Soal rasa jangan ditanyakan lagi, karena kuliner ini telah mendapat penghargaan Makassar Most Favourite (MMF) Award Cullinary kategori nasi sebanyak tiga kali beruntun.

Penghargaan tersebut memenangkan Nasi Kuning Riburane dari 2010 sampai 2012 yang dilakukan oleh Makassar Research untuk Majalah Makassar Terkini.

11. Sayur Ganemo

Sekarang berpindah ke Sulawesi Utara, tepatnya di kota Manado yang terdapat makanan bernama sayur ganemo.

Sayur ganemo sendiri merupakan istilah untuk makanan yang menggunakan daun melinjo, bunga pepaya, taoge pendek, dan potongan labu kuning dengan kuah bersantan.

Walaupun tergolong sederhana, namun nyatanya sayur ganemo tetap eksis sebagai makanan yang berasal dari Manado di umurnya yang kini semakin menua.

Dengan isian yang hampir selalu sayur-sayuran, sudah pasti akan sangat menyehatkan tubuh dan akan sangat baik untuk penurunan berat badan.

Bahan yang digunakan untuk membuat ganemo adalah daun melinjo yang masih muda, tomat, daun salam, lengkuas, irisan cabai merah, dan santan kental. Bisa juga itambah dengan sayuran lainnya, seperti bunga pepaya, taouge, dan labu.

Sedangkan untuk pembuatan bumbu halusnya memerlukan bawang putih dan bawang merah, terasi, kenari, dan garam.

Cara sederhana untuk membuatnya adalah dengan terlebih dahulu merebus santan sampai mendidih, lalu masukkan pula bumbu halus yang telah dibuat bersama lengkuas, tomat, cabai merah, dan daun salam.

Sebelum ikut masuk, biasanya sayuran tersebut ditumis terlebih dahulu dengan waktu singkat sampai agak layu baru dimasukkan ke wadah berisi santan. Setelah dirasa matang, sayuran ganemo bisa langsung disantap, entah sendiri atau bersama nasi.

12. Tinutuan

Makanan dengan nama tinutuan atau lebih dikenal dengan bubur manado ini berasal dari Sulawesi Utara, ada yang menyebutnya dari Manado, ada pula yang dari Minahasa.

Seperti kebanyakan bubur, tinutuan memiliki bentuk lembek dengan campuran sayuran yang cukup banyak, namun tak menggunakan daging.

Makanan yang dikatakan mulai dijual di sudut kota Manado tahun 1970 ini dibuat menggunakan bahan berupa beras, labu kuning (sambiki), bayam, daun gedi, kangkung, singkong, kemangi, dan jagung.

Warna khas yang tampak adalah kuning dengan beberapa warna hijau sayur menyembul keluar.

Kebanyakan masyarakat menyajikannya dengan ikan asin, sedangkan untuk orang Manado sendiri lebih sering menambahkan sambal roa, perkedel nike, perkedel jagung, dan tuna asap.

Selain itu masih ada banyak pula tambahan yang bisa dimasukkan ke dalam porsi tinutuan tersebut. Bahkan di lain kesempatan, ada pula penambahan mie hingga brenebon alias sup kacang merah khas dari Minahasa.

Bagi yang beragama Kristen, ada pula yang menambah kaki babi pada masakan ini, ada pula yang menambahnya dengan tetelan sapi pada sup kacang merah tersebut.

13. Lalampa

Lalampa merupakan olahan dari beras ketan dengan isian ikan cakalang yang dibungkus menggunakan daun pisang dengan bentuk silinder lalu dibakar.

Penampilannya sekilas agak mirip dengan lemper dari Jawa, namun perbedaanya yang sangat menonjol adalah pada isiannya yang dari ikan cakalang. Tidak hanya itu, jika lemper hanya bisa dimakan setelah terlebih dahulu dikukus, beda halnya dengan lalampa yang harus dibakar.

Pembakarannya terbilang cukup unik, mengingat ada olesan minyak sayur di sekelilingnya agar aromanya makin nikmat dan rasanya meresap sampai ke dalam.

Lihat juga makanan khas betawi

Bahan-bahan untuk membuat makanan asli Sulawesi ini adalah beras ketan putih yang telah dicuci bersih, potongan daun pandan, garam, dan santan.

Sedangkan untuk isiannya memerlukan suwiran daging ikan tongkol asap yang halus, kunyit, daun jeruk purut, daun pandan, daun kemangi, dan minyak sayur.

Bumbu dari isian tersebut meliputi cabai keriting merah, cabai rawit merah, kemiri, garam, bawang merah, bawang putih, dan serai untuk dihaluskan nantinya.

Bumbunya yang tergolong banyak membuat rasanya sangat enak, sehingga sangat pas dimakan sambil ditemani dengan kopi hangat.

14. Klappertaart

Klappertaart merupakan makanan khas Sulawesi, tepatnya Manado, yang dipengaruhi oleh kebudayan Belanda zaman dahulu, sehingga terdapat bahan seperti tepung terigu, mentega, susu, telur, dan kelapa.

Cara memasaknya terbilang unik, karena beda cara masak, beda pula hasilnya. Cara pemasakan yang pertama adalah dengan cara dipanggang dan menggunakan roti, nanti akan menghasilkan kue tar padat namun bisa dipotong seperti kue tar lain.

Namun bila tidak dipanggang, nanti malah menjadi lembut sehingga akan meleleh saat masuk ke mulut. Oleh sebab itu, akan sangat pas bila dimakan saat kondisi dingin karena rasanya lebih mantap.

Klappertaart awalnya memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, namun karena kebanyakan orang tak suka makanan berkalori tinggi, kini klappertaart dibuat menggunakan bahan-bahan berkalori rendah.

Tujuan utamanya adalah untuk memanjakan orang diet yang ingin menikmati enaknya tar asli Manado.

Bahkan makanan yang telah menjadi ikon Manado ini telah masuk ke dalam jajaran 30 jenis makanan dari daerah nusantara, bersama dengan makanan lain dari berbagai daerah.

Makanya telah banyak produsen menawarkan klappertaart dengan berbagai varian rasa, mulai dari cokelat, durian, keju, bluberi, dan tak ketinggilan rasa original.

15. Panada

Panada adalah cemilan yang mirip dengan pastel, namun memiliki perbedaan mendasar pada bahan kulitnya dan isiannya.

Jika biasanya pastel dibuat dengan kulit pastry, maka panada dibuat menggunakan luaran dengan bahan pembuatan seperti roti.

Maksudnya kulitnya dibuat mirip roti, yaitu dibuat dengan tepung terigu, telur ayam, garam, dan ragi instan. Sedangkan untuk isiannya kebanyakan diisi dengan ikan, khusunya ikan cakalang yang melimpah di Sulawesi.

Walaupun kadang-kadang ada yang menggunakan isian daging ayam dan sayuran seperti pastel.

Dalam membuat panada, isiannya dibumbui dengan bumbu bernama bumbu panpis.

Apa itu? Yaitu ikan cakalang yang telah dimasak bercampur dengan bawang merah, daun bawang, cabai merah, daun jeruk, kemangi, serta bumbu rempah lain.

Di Manado sendiri, makanan yang dikatakan berasal dari Spanyol dan Portugis ini justru diberi rasa pedas sesuai lidah masyarakatnya.

Kebanyakan produsen menjualnya dengan dua ukuran, yakni yang besar dan kecil, jika pilih yang besar, maka perut lebih cepat kenyang.

16. Nasi Jaha

Nasi jaha adalah panganan asli Manado yang menggunakan bahan dasar beras ketan dan beras putih. Kedua bahan tersebut nanti akan diaron atau dikukus setengah matang lalu akan dicampur dengan santan.

Setelah pengukusan selesai, hasilnya nanti dimasukkan ke dalam bambu berlapis daun pisang.

Biasanya ukuran bambu untuk pemasakannya adalah 30 sampai 50 cm. Nantinya bambu berisi hasil kukusan tadi akan dimasak dengan perapian dari kayu bakar sehingga aroma dan rasanya lebih khas.

Tampilan dari nasi jaha kurang lebih mirip dengan lemang dari Sumatera Barat, namun itu hanya di tampilan, karena pada waktu menyantap, nasi jaha akan ditemani oleh cakalang pampis.

Jika lemang, teman makannya adalah tape ketan, sehingga agak berbeda. Penggunaan nasi putih pada nasi jaha juga membedakannya dengan lemang yang menggunakan beras ketan saja.

Rasanya untuk nasi jaha lebih lembut karena terdapat nasi putih dan akan terasa gurih di mulut berkat adanya santan.

Bahkan nasi jaha sampai sekarang masih setia menemani acara-acara pernikahan maupun upacara penyambutan tamu di daerah asalnya, Manado.

17. Halua Kenari

Dari namanya saja sudah tampak jelas bahwa halua kenari adalah kudapan yang dibuat dengan bahan dasar kacang kenari.

Kenari ini nantinya akan dibentuk menjadi halua dengan cara melelehkan dulu gula merah lalu nantinya kacang tersebut dimasukkan ke lelehan tersebut.

Saat menjadi dingin, halua kenari sudah bisa disantap dengan rasanya yang manis lalu akan ada rasa renyah dari kacangnya disetiap gigitan.

Jika ditelaah dari penjelasan di atas, halua kenari memang mirip dengan ampyang dari Jawa, namun perbedaannya terletak pada penggunaan kenari dan bentuknya yang memanjang.

Penggunaan kacang kenari sebagai bahan utama tak lepas dari maraknya pohon tersebut di Sulawesi Utara, jadi dengan dibuatnya halua kenari nilai jual kenari akan meningkat.

Di Manado sendiri, makanan ini akan dengan mudah ditemui di berbagai pusat oleh-oleh dengan harga bervariasi, mulai dari 10 ribu sampai 45 ribu. Harga tersebut dipatok dari ukuran dan banyak sedikitnya halua kenari.

Rasanya yang manis dan punya tekstur agak kasar, membuatnya akan sangat cocok bila dimakan saat sedang meminum kopi atau teh.

18. Kasoami

Di Sulawesi Tenggara ada makanan khas mereka yaitu kasoami yang terbuat dari ubi kayu atau lebih akrab disebut dengan nama singkong.

Pembuatannya dibuat dari bahan seperti tepung ubi kayu, tepung gaplek, atau dari ubi kayu hasil fermentasi. Dari kesemua bahan di atas, penggunaan tepung ubi kayu menjadi yang paling sering dipakai oleh masyarakat.

Lebih jelasnya, pengertian kasoami adalah makanan yang dibuat dengan bahan ubi kayu yang dikukus dengan cetakan tertentu yang umumnya berbentuk kerucut.

Pembuatan kasoami haruslah terlebih dahulu membuat kaopi atau tepung ubi kayu yang dibuat dari parutan ubi tersebut yang telah dihilangkan airnya sampai menjadi tepung.

Tepung hasil proses tersebut nantinya akan dimasukkan ke cetakan lalu dikukus sampai matang. Makanan khas Sulawesi yang kerap dibawa sebagai bekal perjalanan ini biasanya akan disajikan dan disantap bersamaan dengan ikan asin dan ikan bakar.

Bahkan di Buton, warganya akan menyajikan makanan ini saat acara hajatan maupun penyambutan sanak saudara karena memiliki arti yang melambangkan persaudaraan dan keakraban.

19. Kabuto

Jika di Jawa ada yang namanya gathot, maka di daerah Sulawesi Tenggara ada yang namanya kabuto yang keduanya sama-sama dibuat menggunakan bahan dasar berupa ketela pohon alias singkong.

Bahkan bila dilihat dari segi tampilan, keduanya hampir mirip, hanya saja yang membedakan adalah bahan pelengkapnya. Untuk gathot sendiri, biasanya akan diberi parutan kelapa dan garam, bahkan terkadang ditambah dengan gula agar rasanya manis.

Sedangkan untuk kabuto bahan pelengkapanya adalah ikan asin, walaupun ada parutan kelapa juga. Dengan kandungan karbohidrat tinggi, dulunya kabuto sering dijadikan makanan pokok para nelayan di wilayah pesisir, khususnya untuk daerah Muna.

Bahkan sampai sekarang masyarakat pesisir pantai Muna masih mengonsumsi makanan ini, sampai-sampai banyak pula yang menjualnya. Harga untuk satu porsi kabuto yang telah lengkap dengan tambahan ikan asin ini dihargai cuma 4000 sampai 5000 rupiah saja.

Selain akan memberikan rasa yang berbeda dari gathot karena pembuatannya dengan mengeringkan dulu ketela pohon asli tanah Sulawesi, juga karena ada tambahan ikan asinnya yang enak.

Selain ikan asin, kabuto juga bisa disantap dengan ikan goreng lain bersama dengan nasi agar makin mengenyangkan.

20. Lapa-lapa

Nama lapa-lapa mungkin kurang familiar di telinga orang diluar Sulawesi, namun bila membicarakannya di Sulawesi, maka semua orang akan tahu mengenai lapa-lapa.

Makanan tersebut dibuat menggunakan beras bersama dengan santan, cukup dua bahan itu saja, namun untuk memenuhi persyaratan lapa-lapa maka diperlukan janur.

Jika dilihat dari bahan, mungkin sebagian orang akan menyebutnya sebagai lepet khas Jawa. Namun ada banyak perbedaan mulai dari bahan, ukuran, hingga teman penyajian dari kedua panganan tersebut.

Lapa-lapa dibuat dengan cara memasak setengah matang beras yang telah bersih dengan santan yang dicampur jadi satu. Setelah dingin, campuran itu akan dibungkus kedalam janur kelapa yang nantinya akan diikat bagian luarnya agar tidak mudah copot.

Setelah itu lapa-lapa sudah siap untuk dimasak kembali sampai matang untuk dikonsumsi. Perbedaannya dengan lepet adalah kebanyakan lepet menggunakan beras ketan lalu ada isian kacang di dalamnya.

Penyajian lepet lebih sering tanpa teman, sedangkan lapa-lapa akan disajikan bersamaan dengan sate pokea atau sate kerang air tawar.

21. Sinonggi

Sinonggi merupakan makanan yang terbuat dari sari pati sagu, yang hampir mirip dengan papeda di Maluku atau kapurung di Sulawesi Selatan. Keduanya sama dalam hal bahan, dan cara pemasakannya, namun yang membuatnya berbeda adalah teman makannya.

Biasanya sinonggi akan dimakan bersama dengan sayur, kuah ikan, atau dabu-dabu alias sambal.

Bentuknya lengket seperti lem, dan menjadi makanan pokok bagi suku Tolaki sedari dulu, walaupun kini telah menjadi makanan sekunder setelah digantikan oleh nasi. Suku Tolaku sendiri adalah suku asli masyarakat kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Cara untuk membuatnya adalah dengan merendam pati sagu terlebih dahulu dengan air dingin selama satu malam di wadah yang agak besar, baskom misalnya.

Setelah mengendap sagu dicairkan dengan cara memberi air dingin secukupnya sambil menambah air mendidih. Sedikit demi sedikit air mendidih tadi ditambahkan, jangan lupa untuk mengaduk pati sagunya sampai mengental.

Setelah sinonggi siap, maka tambahan seperti sayur yang telah dimasak, sambal, dan kuah ikan bisa menemaninya menjadi santapan, apalagi saat sinonggi masih hangat, pasti enak.

22. Kaledo

Nama kaledo sebenarnya adalah akronim dari kata ‘kaki lembu donggala’ karena bahan utamanya adalah dari kaki lembu atau sapi.

Kaledo sendiri dapat dengan mudah ditemui di beberapa tempat makan di Palu, Sulawesi Tengah yang memang menjadi tempat lahirnya.

Makanan ini akan disajikan dengan sup kuah yang terkenal dengan rasa asam pedas, plus daging dari kaki sapinya yang empuk banget.

Untuk penyajiannya biasanya akan ditambah dengan nasi putih dalam wadah terpisah pada satu porsi kaledo di setiap kedai.

Bumbu-bumbu utama dalam pembuatan olahan kaki sapi ini meliputi asam jawa, garam, dan cabai rawit, sehingga rasa asam dan pedasnya sangat ketara.

Untuk bisa menikmatinya datang saja ke Palu menuju alamat Jalan Diponegoro No.40 karena disana ada warung penjualnya yang telah termasyhur bernama Kaledo Stereo.

Di sana cara memakannya adalah dengan menggunakan dua tangan, salah satu tangan memegang tulangnya, satu lagi untuk mencuili dagingnya.

Walaupun di sana ada pula kaledo tanpa tulang yang telah dipotong kecil, namun itu lebih sering dipesan oleh anak kecil.

23. Sayur Putungo

Kemudian di Sulawesi Utara, tepatnya di Gorontalo ada sayur khas masyarakat setempat bernama sayur putungo yang biasa dijadikan makanan sehari-hari.

Bahan-bahannya tergolong unik, karena terdapat jantung pisang, sedangkan bahan lain seperti ikan, cabai, dan kelapa adalah pelengkapnya.

Pengolahan sayuran ini harus terlebih dahulu merajangnya atau mengiris tipis-tipis bahan-bahan di atas untuk nantinya dijadikan sayur.

Kemudian terdapat pula kuahnya yang dibuat dengan tambahan milu, atau dikenal dengan jagung rebus.

Hasil rajangan dan kuah milu nantinya akan bercampur menjadi satu, itulah yang dinamakan dengan sayur putungo.

Rasa dari jantung pisang yang khas, kemudian kuahnya yang segar diberi rebusan jagung, membuatnya semakin gurih nan pedas. Apalagi masyarakat Gorontalo menyukai masakan pedas, membuat masakan ini juga memiliki rasa pedas yang kental.

Bahkan dikatakan tidak ada sayur putungo di Gorontalo yang tidak memiliki rasa pedas. Maka dari itu, agar rasa pedasnya bisa diatasi, makan saja bersamaan dengan nasi putih hangat, dan siapkan air minum.

24. Bubur Sagela

Ada banyak jenis street food yang memiliki rasa premium di daerah Gorontalo, salah satunya adalah bubur sagela. Sagela sendiri adalah ikan yang dikeringkan, sedangkan kebanyakan bubur sagela dibuat dari ikan roa.

Roa sendiri adalah sejenis ikan terbang yang dapat dengan mudah ditemui di sekitar perairan Sulawesi. Setelah ikan roa kering jadi, selanjutnya dagingnya harus diambil untuk bisa dijadikan menjadi bubur sagela.

Daging tersebut nantinya akan ditumbuk halus bersamaan dengan bahan lain seperti tomat, cabai, dan bawang. Hasil tumbukan ini juga sering disebut dengan sambal karena selain encer, juga karena memiliki rasa pedas seperti sambal pada umumnya.

Nantinya sambal ini akan disajikan bersama dengan bubur untuk memberi rasa yang lebih enak dan khas, apalagi saat disantap dalam keadaan hangat. Untuk menambah enak, biasanya satu porsinya akan ditambah dengan irisan mentimun atau kerupuk.

25. Sate Kambing Balanga

Sate kambing balanga merupakan olahan dari daging kambing yang dimasak dengan balanga atau bisa juga dimasak di wajan.

Walaupun namanya sate, sebenarnya olahan ini berbeda dengan sate kebanyakan, karena sama sekali tak menggunakan tusukan pada daging-dagingnya.

Pembuatnya adalah ibu Hanifah yang juga pemilik Rumah Makan Diva di Gorontalo yang punya resep turun-temurun.

Olahannya ini bahkan pernah dipamerkan di acara ‘Bango Berikan Inspirasi Kelezatan Hidangan Kuliner Kambing.

Bahan yang dipakai adalah daging kambing sebagai bahan utama, lalu ditopang olah rempah-rempah lain berupa jahe, cabai merah, bawang merah, ketumbar, serai, dan bawang putih.

Kemudian ada rempah lain yang menjadi kekhasan makanan ini, sebut saja jinten, lada, cengkeh, kayu manis, kapulaga, ketumbar, dan pala yang disangrai lalu dihaluskan.

Bahan pendukungnya adalah kecap, garam, dan minyak goreng. Cara memasaknya cukup menumis irisan bawang, lalu dimasukkan pula bahan di atas, termasuk bumbu halus dan daging kambing.

Aduk rata, kemudian beri tambahan seperti kecap, garam, dan lada secukupnya, sampai nanti daging menjadi empuk baru siap santap.

26. Kanre Santan

Di Pare-pare ada yang namanya kanre santan atau hidangan nasi bercampur dengan air santan yang ditambah dengan aneka lauk pauk. Masyarakat setempat kerap memanggilnya dengan kanse sebagai singkatan dari kanre santan.

Rasa gurih berkat santan akan langsung terasa saat nasi masuk ke mulut, apalagi ditambah dengan beberapa lauk yang menggugah selera.

Aneka lauk yang dapat dihidangkan adalah ikan tuna goreng dan daging bebek yang diiris kecil-kecil atau masyarakat menyebutnya nasu palekko serta berbagai menu lain.

Di daerah asalnya, banyak sekali orang yang menjajakan kanse, baik itu di pinggir jalan atau di warung-warung. Biasanya warung tersebut akan menyajikan kanse dengan lauk seperti daging ayam, bebek, telur, perkedal, dan mi dengan harga yang bervariasi.

Biasanya harga yang dipatok hanya Rp7.000 sampai Rp8.000 tergantung banyaknya lauk yang dipilih. Salah satu kedainya ada di Jalan Pertamina yang buka sampai malam hari, karena kanse lebih sering dinikmati publik pada waktu malam.

27. Kapurung

Kapurung adalah makanan khas dari kota Palopo, Sulawesi Selatan yang dibuat dari sagu berisi sayuran rebus. Aneka sayur yang dapat ditemui pada masakan ini adalah bayam, kacang panjang, hingga ada pula irisan jagung.

Untuk memberi rasa segar, kapurung akan disajikan bersamaan dengan kuahnya yang segar bewarna kecokelatan. Tidak hanya sayur saja yang dapat dipakai, karena ada lauk lain yang boleh masuk ke piring, meliputi udang, ikan, dan ayam.

Ciri khas dari olahan sagu yang biasanya didatangkan dari Masamba dan Larompong ini adalah rasanya yang sangat pedas, sehingga disukai khalayak ramai.

Bahkan di Makassar, sekitar 300 km dari Palopo, ada warung dengan nama kapurung Aroma Palopo Hj. Fatma yang letaknya ada di Jalan Mappanyukki Makassar.

Lihat juga makanan khas sunda

Di sana bahkan telah menjadi langganan para pejabat sampai artis top bila singgah ke Makassar. Apalagi uang yang dikeluarkan untuk membelinya cuma 20 ribu dan bila tambah lauk cukup membayar 25 ribu saja.

Setelah seharian memanjakan diri menikmati desir pasir Pantai Losari, kamu bisa beristirahat sembari mengisi perut dengan menyantap sejumlah makanan khas Sulawesi yang tersedia.

Kamu bisa memilih untuk menyantap makanan berkuah atau kering, makanan laut atau darat, dan bahkan kamu juga bisa mencoba menu tradisional khas suku Bugis di Sulawesi.



Tags: makanan khas sulawesi, Makanan khas sulawesi selatan, makanan khas sulawesi tengah, makanan khas sulawesi tenggara, masakan khas sulawesi, makanan di sulawesi, makanan khas sulawesi barat, makanan dan minuman khas sulawesi

Itulah tadi informasi dari agen poker mengenai Makanan Khas Sulawesi oleh - kopihitamkapalapi.xyz dan sekianlah artikel dari kami kopihitamkapalapi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Minggu, 26 Juli 2020